dalam isak kecil bersama bayangmu yang menari di pelupuk mata
kan ku kenang masa yang tlah terlewati
dalam senja yang tak ingin terganti
sendiri ku berfikir
entah kenapa dirimu tak jua pergi dr ingatan
walau hatiku kian eku
tak mampu meluruh seperti dulu
hanya ada luka yang menganga
tangisku bukan untuk kepergianmu
tangisku ats kebodohanku
yang tlah terkhianati
yang harga dirinya di injak-injak sampai mati
yang hatinya kau iris
lalu kau tertawa dalam tangisku
bahagia dalam deritaku
kau menang atau aku yang terlalu banyak mengalah untukmu???
tapi kau tak pernah sadar
karena matamu buta,
telingamu tuli,
bibirmu bisu,
tak mampu menilai aku, bagimana aku,
bagaimana cintaku padamu ...
dan kau tak lagi sendiri
terlalu cepat untuk berlalu
atau hanya ingin dianggap laku
aku menilaimu dalam diam
usah kau katakan prinsip hidup yg kau langgar
usah kau beri alsan padaku
kau kira kau siapa????
begitu angkuh merobek jantungku
begitu egois padamkan cintaku
aku memang tak mampu merauk seluruh ucapanmu
tapi nanti kau akan rasa apa yang aku rasa
dan itu pasti!