Minggu, 14 Desember 2008

surat cinta untuk ibu

kepada: malaikatku tersayang

kugoreskan pena di atas kertas, namun tiada satu hurufpun dari A sampai Z yang mampu menggambarkan cinta kasihku padamu ibu. aku hanya mampu mengungkapkan seluruh curahan hati untukmu yang s'lama ini selalu terpendam dalam hati.

17 tahun yang lalu, disaat engkau lahirkan aku dari rahimmu dengan berlumuran asa. bumipun turut mengakui bahwa engkaulah malaikat sejati yang dengan rela melindungiku, meski mengorbankan nyawamu sekalipun untukku.dan seiring perjalanan waktu, bidadari kecilmu kini tumbuh dewasa untuk menatap dunia. namun, tetaplah disampingku bu...!
karena aku akan rapuh tanpa dirimu disisiku.

bu...
aku tak perduli pada gelar "anak mami" atau "anak manja" yang mereka berikan padaku, karena hal itu menunjukkan bahwa aku sangat dekat denganmu hingga mendapatkan limpahan kasih sayang yang tak terhingga darimu. aku bahagia bu,,, karena itu jangan heran bila aku masih ingin terus di manja olehmu walau usiaku tak lagi usia kanak-kanak, aku yang selalu ingin menghabiskan waktu berdua denganmu, minta disuapkan saat makan, lalu mengganggu waktu tidur siangmu hanya karena ingin mendengar suaramu disaat aku pulang kerumah. begitu juga seluruh cerita tentang hari-hari yang kulalui, rasanya aku ingin selalu menjadi pusat perhatianmu ibu, sungguh aku sayang kamu.

lalu, terima kasihku atas seluruh untaian doa tulus yang selalu engkau senandungkan untukku bu... dikala aku harus bergulat dengan berbagai alat operasi, disaat aku tak berdaya menahan sakit yang kuderita saat di Jakarta, subhanallah kontak batin kita luar biasa hingga ibupun dapat merasakan kesakitan yang aku alami, bahkan setiap aku rapuh tak bersemangat menjalani hari-hariku. sungguh betapa berat aku rasakan semuanya tanpa dirimu disisiku.

jujur bu, aku sangat bahagia ketika dengar tawa lepasmu menertawai kebodohanku. aku juga senang ketika menjalani segala hal bersamamu, dimarahi olehmu, dan aku akan menyesal disaat aku membuatmu menitikkan air mata karena ulahku yang terkadang menjadi sosok pembangkang. maafkan aku bu, aku berjanji segala hal yang membuatmu menangis takkan pernah terjadi lagi. takkan pernah...
dan akupun rela menjadi badutmu hingga engkau dapat tertawa lepas kembali.

ibuku yang paling kusayang, engkau malaikat nyata yang aku kenal. engkau besarkan aku dengan seluruh paket cinta yang engkau miliki. jasamu sungguh tak dapat terbalas, namun cinta dan sayangku akan selalu badi untukmu selamanya. xie xie mama...


peluk dan cium dari:



bidadari kecilmu

0 komentar: