ku tata langkah yang kian tertatih
hindari mata manusia menyalang nakal
tiap bibir tak henti berucap, mencemooh
namun telinga bagai tuli tak mendengar
dunia tanpa nurani,
jalanku kian lamban tak kenal arah
bagai buta di siang yang terang benderang
seketika rasa sesal melanda
malu terbungkus lara
berkaca diri pada dunia
aku tak lebih dari sekumpulan belukar yang berharap jadi kembang mawar
aduhai malangnya nasib
tak pernah mengabdi pada yang punya bumi
tak pernah syukuri pada yang diberi
tubuh indah murah ku umbarkan
tanpa sisa untuk ku sembunyikan
pada titian akhir jalan,
ku lihat muslimah dengan kesyahduannya tak terbatas
dibalik hijab nan agung
bagai bidadari-bidadari surga
hatiku tersentuh
hijab yang selama ini ada
terkadang hanya topeng indah menutup borok
sembunyikan bopeng-bopeng wajahku
Rabb, pertama kali ku sebut asmamu
Inginku kembali ke jalanmu
adakah pintu ampunan terbuka untukku?
(hambamu yang hina ini)
created by:
wulandari persiani
AKU HARUS APA
2 minggu yang lalu

0 komentar:
Poskan Komentar